ingin memberikan apresiasi yg luar biasa kpd hanung bramantyo yg telah membuat film ini dengan sangat mengesankan. bukan krn kecanggihan peralatan elektronik ataupun teknologi IT dalam bermain effect, tetapi dalam membangun cerita, memberikan nyawa pada setiap adegan. subhanallah...hanya bisa dinilai oleh hati...
walaupun disana-sini ada kekurangan secara syar'i seperti pakaian kemben bagi wanita, anak2 kecil yg telanjang, sampe kontak fisik kepada non mahrom,,,sedikit mengusik hati, tapi berusaha legowo untuk melihat hamparan nilai walau ia terkeruh oleh noda2...
hanya Allah yang paling baik dan benar, manusia hanya berikhtiar...
film ini saya akui lebih membuka fikiran saya yang tanpa sadar tersempitkan oleh kebanggaan terhadap satu organisasi islam saja. film ini begitu murni, jujur, mengayomi, menyelimuti, merangkul yang berbeda tapi hakikatnya tetap satu.
yah,, banyak sekali gerakan islam di dunia, termasuk di indonesia,,
film ini menyuguhkan keindonesiaan yang kental tanpa meluputkan nilai islam di dalamnya
bagaimana dakwah begitu diperjuangkan, pendidikan begitu diutamakan, dan pengetahuan tentang islam yg murni, benar, dan mendalam harus diperjuangkan dan dikembangkan...
betapa seorang ulama yang begitu haus akan tumbuh suburnya nilai2 islam di tanah kelahirannya. betapa seorang guru yang berjuang untuk mencari murid demi tersebarnya ilmu yang ia miliki...
subhanallah....betapa indah perjuangan itu...
walau ditentang, diancam, bahkan dihancurkan segala sarana dakwah yang ia miliki...tetapi semangat juangnya tak pernah padam,,,
ia adalah salah satu dari sedikit orang yang dicerahkan, dialah sang pencerah,,,,bagi indonesia.... hingga saat ini...
dia adalah KH. Muhammad Darwis, atau lebih kita kenal dengan nama
KH. Ahmad Dahlan...
jumat, 1 Oktober 2010, inspirasi yang mencerahkan dari sang pencerah....:)
(habis nonton film Sang Pencerah tentang perjuangan kyai Dahlan dalam berdakwah dan mendirikan Muhammadiyah)
Cari Blog Ini
Jumat, 01 Oktober 2010
Rabu, 01 September 2010
Lirih pesakitan
………………………………………………………………………………………………
Lirih pesakitan
Mereka berkata seakan-akan aku berbohong
Hanya Engkau yang tau Tuhan...
Bahwa aku tidak mengada-ada
Tapi mereka tidak percaya
Kini aku tau rasanya…
Orang tak bersalah tapi dipersalahkan
Hanya karena sebuah alasan
yang sebenarnya tak layak dijadikan gugatan...
Lelah rasa hati membuktikan sesuatu
yang hanya Engkau yang tau kebenarannya...
Sampai kapanpun ku takkan sudi mengiba
kepada manusia hanya untuk beberapa lembar rupiah yang jelas adalah hakku
ampuni aku Tuhan
jika terbersit rasa benci kepada mereka
ampuni aku Tuhan
jika bathin ini memaki
hilang sudah rasa simpatiku
hilang sudah penghormatanku
hilang semua kesan baik
yang ada hanyalah...
aku ingin berlari meninggalkan tempat ini
mencari keadilan ditempat lain
kalau mungkin keadilan tidak akan pernah ditegakkan dengan sempurna di atas dunia ini
memanglah dunia bukan surga...
dunia hanya senda gurau
di detik-detik penghabisan bulan muliaMu
hatiku terusik oleh problem dunia
entah kapan aku bisa memaafkan mereka
atau diriku sendiri
Tuhan, atas ujian yang Kau timpakan ini...
Lisan ini bahkan tak sanggup memuntahkan segala kesah yang menyesaki dada
Tak terlukiskan oleh kata-kata, pedihnya...
Hanya deretan firmanMu yang agung yang menjadi pelarianku
Dalam tartil itu kutumpahkan semua
Semakin lama...larut dalam syahdu iramanya...
Seakan ia adalah pengganti keluhan dan kesedihanku
Dalam lantunan itu tergambar semua
Keadaan hati
Yang hanya Engkau yang paham
Cukuplah Allah sebagai penolongku
Sebagai tempat peraduanku
Selasa, 10 Agustus 2010
Fotografer:
Ervan NanggaloSurau Balenggek, Salah satu peniggalan sejarah islam dan budaya Minangkabau zaman dahulu di Sumatera Barat yang terletak di Batipuh Kab. Tanah Datar. surau (Mushalla/ tempat sholat) ini dinamakan Surau Balenggek (Mushala bertingkat) karena Arsitektur nya yang terdiri dari lenggek-an (tingkatan). Pada bagian atapnya merupakan gabungan antara arsitektur khas Minang Kabau yang terdiri dari gonjong serta hindu. Surau ini saat ini masih difungsikan. surau dulunya merupakan salah satu tempat sebagai basis perjaungan dan penyebaran agama, bahkan bagi pemuda Minangkabau surau merupakan rumah kedua tempat menimba Ilmu pengetahuan, agama, dan keterampilan lainnya. saat ini pemerintah Sumatera Barat sedang menggalakkan program kembali kesurau, artinya merevitalisasi fungsi surau bukan hanya sebagai tempat ibadah, namun juga sebagai sarana penggerakan ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat.
sumber: klinik fotografi kompas
Fotografer:
Ervan NanggaloSurau Bagonjong, begitu surau (Mushalla/ tempat sholat) ini dinamakan, dengan arsitektur khas Minangkabau yang memiliki gonjong (lekukan runcing keatas Pada bagian atap). surau ini merupakan salah satu suaru tua yang ada di kota Padang, dan saat ini masih difungsikan. surau dulunya merupakan salah satu tempat sebagai basis perjaungan dan penyebaran agama, bahkan bagi pemuda Minangkabau surau merupakan rumah kedua tempat menimba Ilmu pengetahuan, agama, dan keterampilan lainnya. saat ini pemerintah Sumatera Barat sedang menggalakkan program kembali kesurau, artinya merevitalisasi fungsi surau bukan hanya sebagai tempat ibadah, namun juga sebagai sarana penggerakan ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat.
sumber : klinik fotografi kompas
sumber : klinik fotografi kompas
Langganan:
Postingan (Atom)

